Dreamland

on Kamis, 04 Desember 2008

Selama ini Bali, wisata pantai yang paling terkenal dan diingat wisatawan domestik maupun mancanegara tentu saja masih Pantai Kuta. Nama Pantai Kuta sudah begitu mendunia sehingga ketika menyebut pulau Bali tidak akan pernah terlepas dari nama pantai ini. Tak heran kalau pantai Kuta perkembangannya paling pesat dibanding dengan objek-objek wisata lain di Bali.


Sebenarnya pulau Bali yang elok, punya banyak sekali pantai yang potensial sebagai obyek wisata, selain Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Uluwatu, Pantai Tanah Lot dan Pantai Lovina yang telah dikenal wisatawan meski belum setenar Kuta.


Tapi apakah hanya ini, pantai-pantai elok yang ada di Bali? Tentu tidak. Masih banyak pantai-pantai lain yang tidak kalah eloknya dengan pantai yang sudah dikenal tersebut. Salah satu diantaranya yang mulai naik daun di kalangan wisatawan yaitu Dreamland.


Dreamland berlokasi di ujung kawasan Desa Pecatu, Kabupaten Badung, Bali. Jika ditempuh dari GWK ke arah Uluwatu ada di setelah Jimbaran. Sekitar 20 menit dari Uluwatu dan 45 menit dari utara pantai Kuta.


Jika Anda pernah mendengar Bingan atau Pedang Pedang, Dreamland berada di sekitar sana berdampingan dengan pantai Balangan. Tepatnya, kalau ingin kesana tinggal masuk ke jalan Uluwatu ke arah Pantai Uluwatu. 3 Km sebelumnya, akan terlihat sebuah jalan masuk besar tanpa penjaga, di sebelah kanannya ada kondominium besar yang konon katanya milik Tommy Soeharto. Dari sana tinggal terus saja ke arah laut.

Pelataran pantai indah itu semula cuma titik kecil dari areal 900 hektar milik PT Bali Pecatu Graha (BPG) yang sempat heboh di tahun 1996. Lahan seluas itu diborong untuk disulap menjadi resor superluks "Resor Pecatu Indah".


Konon resor itu akan dipadukan dengan kawasan wisata, seraya memanfaatkan keindahan dan keaslian alam, sekaligus pelestarian lingkungan hidup. Bahkan yang punya resor, Tommy Soeharto, anak mantan Presiden Soeharto, maunya bikin "lingkungan permukiman dan wisata paling unik di seluruh Asia Tenggara". Tapi seiring Indonesia tersapu krisis moneter dan krisis kredibilitas pimpinan, proyek mahagede BPG mulai meredup.


Entah siapa yang pertama kali tahu perihal adanya spot begitu indah nan permai di ujung selatan Badung Selatan ini, dekat bangunan suci dan keramat Pura Uluwatu yang konon sudah ada sejak 10 abad lalu. Pantai yang bertiket Rp 5.000 ini memang hebat.


Alam pantainya indah, belum terlalu terusik, meski ada beberapa bangunan semi-permanen. Lokasi berpasir coklat bersih di pantai sempit, tepat di bawah dinding karang curam, memang cocok sebagai dream beach untuk nonton matahari tenggelam atau melihat turis main papan selancar.


Airnya pun masih begitu bersih, sebening kristal. Terdapat bukit berpasir putih yang menghadap pantai. Ombaknya pun begitu sesuai bagi para penggila surfing. Di kalangan ini Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru di Bali.


Berpasir koral dan tempat yang fantastik untuk berjemur. Terdapat beberapa café dan fasilitas lainnya. Terdapat pula penjaja makanan dan persewaan kursi yang dapat kita pakai. Penginapan disana pun masih tergolong murah.


Kalau ingin yang agak mewah sudah tersedia 'Dreamland Villa' yang letaknya sangat dekat dengan pantai. Dengan mengusung kelebihan, disediakannya 33 kolam renang pribadi untuk tiap kompleks villa-nya. Tarifnya US$262-850 per hari patut dijadikan referensi bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan Dreamland dengan tentunya mendapatkan kemewahan fasilitas hotel.


Melihat keindahannya dan masih begitu asrinya Dreamland, tempat itu cocok bagi tujuan bersenang-senang kalian kalau sedang berwisata ke Bali. Selamat menikmati pantai impian Anda!

Garuda Wisnu Kencana

Ide Garuda Wisnu Kencana (GWK) bgitu hebat. Sebuah mini-city dengan segala fasilitas hiburan, shopping dan tempat rekreasi seluas puluhan hektar. Tentu saja jangan lupakan patung GWK itu sendiri. Rencananya akan menjulang setinggi 128 meter dan konon merupakan yg tertinggi di dunia untuk kategori Statue.

Terletak di kawanan pebukitan dgn view yg menawan seperti Pantai Kuta & Jimbaran di kejauhan, Airport Ngurah Rai dan Pelabuhan benoa. Kamu bisa mencapai GWK melalui beberapa jalur.


Proyek GWK sudah dimulai sejak lama. Ada 2 stage utama untuk menggelar acara kesenian. Satunya kecil, cocok untuk theater, konser band ABG, ato kesenian daerah. Satunya lagi ukuran jumbo dgn pilar2 raksasa. Kalo ada acara2 skala nasional/internasional pasti ngambil tempat disini.

Berkeliling GWK akan membuat kita kagum. Area yang aslinya bukit batu yang miring terjal disulap menjadi sebuah bangunan raksasa dgn arsitektur mengagumkan. Bukit dipotong2 menjadi pilar2 raksasa ala bangunan di mesir, tapi tetap dengan style Bali.

Dibalik semua keindahan, proyek GWK ternyata punya banyak kasus. Proyek GWK dari awal berjalan lancar sampai Bom Bali I meledak. Bali mengalami krisis dan proyek mulai mangkrak. Penduduk lokal mulai berdemo menuntut janji pekerjaan sebagai kompensasi dari pembebasan tanah. Isu korupsi dan penyelewengan dana juga mulai menggerogoti GWK.

Air Terjun Gitgit

Air Terjun ini terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air terjun yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk.Turun dengan jalan kaki setelah melewati tempat Parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal yang diorganisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju wisata air terjun yang indah ini. Disamping suara deburan air terjun dan kicauan burung, hamparan sawah, perkebunan cengkeh dan kopi / begitu pula tumbuhan bambu sepanjang jalan menuju air terjun menyuguhkan suasana damai dan alami.

Pantai Lovina (Lovina Beach)

Kawasan Wisata Lovina ini merupakan kawasan wisata pantai dengan daya tarik utamanya pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna kehitam-hitaman, dan karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Karena sifat lautnya yang tenang, Lovina ini sangat cocok untuk rekreasi air seperti menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar, mendayung dan sekedar berendam di air laut. Disamping daya tarik tersebut di atas, dapat dicatat disini adanya ikan lumba-lumba dalam habitat aslinya. Ikan lumba-lumba yang jumlahnya ratusan ini dapat dilihat di pagi hari, kurang lebih satu kilometer lepas pantai. Ikan lumba-lumba yang menyelam, melompat di atas permukaan air dengan pemandangan untaian gunung di sebelah selatannya, langit kemerah-merahan pertanda terbitnya matahari, merupakan suatu pemandangan yang memberi daya tarik yang sangat memikat. Kawasan Lovina ini juga ditunjang oleh banyak daya tarik wisata di sekitarnya yang mudah dicapai. Daya tarik pariwisata di sekitar Lovina antara lain : Air Panas Banjar, Wihara Budaha, Air Terjun Gitgit, dan desa-desa sekitarnya yang sangat ideal untuk mereka yang mencintai alam (ecotourism).


Secara resmi, kawasan ini disebut Wisata Kalibukbuk, namun lebih dikenal dengan sebutan Kawasan Wisata Lovina. Kawasan ini meliputi 2 kecamatan, yaitu Desa Pemaron, Desa Tukadmungga, Desa Anturan dan Desa Kalibukbuk masuk Kecamatan Buleleng sedangkan Desa Kaliasem dan Desa Temukus masuk Kecamatan Banjar. Kedua-duanya terletak di kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng. Desa yang terletak paling Timur yaitu Desa Pemaron (5 km Barat Singaraja) dan desa paling Barat yaitu Desa Temukus (12 km Barat Singaraja). Pusat kawasan wisata Lovina terletak 10 km dari kota Singaraja.

Kawasan wisata Lovina sementara ini menjadi pusat fasilitas kepariwisataan di Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng. Terdapat berbagai macam akomodasi, baik hotel berbintang, hotel melati, pondok wisata maupun "homestay", rumah makan, toko cendramata, angkutan, pelayanan pertukaran uang (money changer), pelayanan informasi pariwisata (tourist information service), telpon (Wartel) dan lain-lainnya. Sebagai kawasan wisata dan pusat fasilitas pariwisata di Buleleng, Lovina mendapat kunjungan yang terbesar dari wisatawan yang datang ke Buleleng. Berdasarkan hasil survey pariwisata tahun 1992, dari jumlah wisatawan yang menginap di Buleleng, 90 % menginap di Lovina.


Lovina diberi nama oleh Almarhum Anak Agung Panji Tisna. Konon nama Lovina diambil dari nama hotel kecil di India yaitu "Lafeina" dimana beliau menginap dan menulis buku dengan judul Ni Ketut Widhi (yang kemudian buku ini diterjemahkkan kedalam beberapa bahasa dan untuk mengenang almarhum). Ada juga versi lain Lovina ini diambil dari adanya dua pohon "santen" yang ditanam oleh putra beliau yang kemudian tumbuh saling berpelukan. Jadi Lovina berasal dari bahasa latin dengan arti saling mengasihi atau saling menyayangi. Kemudian oleh Bupati Kepala Daerah tingkat II Buleleng, Drs. I Ketut Ginantra selama masa jabatannya dari tahun 1988 sampai 1993, Lovina diartikan sebagai singkatan dari "Love" dan "Ina" artinya "Cinta Indonesia".